
Suasana rapat kerja Perbakin Unhas di Tanjung Bayam, Minggu (25/10).
Mengawali kepengurusan baru periode 2015-2016, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perbakin Unhas laksanakan rapat kerja, Sabtu-Minggu (24-25/10). Bertempat di Tanjung Bayam, rapat kerja yang mengangkat tema “Reoptimalisasi Peran Fungsi Kader Dalam Mengemban Tanggung Jawab Organisasi” tersebut dihadiri oleh 35 anggota Perbakin Unhas.
Sebanyak 26 program kerja disahkan sebagai agenda yang akan dilaksanakan dalam satu tahun kedepan. Diantaranya adalah Kejuaraan Menembak Antar Klub, Kejuaraan Menembak Metal Silhouette, Pengenalan Olahraga Menembak, juga program kerja internal seperti perekrutan dan pelatihan atlet.
Ketua Perbakin Unhas, Reskiawan berharap program kerja yang telah tersusun dapat terlaksana oleh pengurus sebagaimana target yang ditetapkan. Sebagai tanggung jawab yang diberikan kepada pengurus, program kerja bagi Reski akan memberikan acuan kepada pengurus atas peran dan fungsinya dalam menjalankan roda kepengurusan, menuju arah yang lebih baik.
Senada dengan Reski, Taufiq Djabbar, salah satu Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) berharap agar pengurus baru senantiasa menjunjung tinggi tanggung jawab yang diberikan oleh organisasi, serta saling bahu-membahu antara pengurus dan anggota. “Pengurus pun harus mendukung seluruh anggota baik dalam ranah organisasi maupun dukungan dalam persoalan akademik, di samping berusaha menjalankan semua program kerja yang sudah ditetapkan dalam rapat kerja. Utamanya bidang dana dan usaha, karena suksesnya kegiatan cukup bergantung dari ketersediaan dana, program kerja yang lain pun akan dengan mudah dilaksanakan karena ditunjang oleh dana yang memadai,” tambahnya.
Membangun komukasi yang baik juga menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi pengurus baru. Reski yang baru dilantik 13 Oktober lalu pun menekankan pentingnya komunikasi di internal pengurus maupun anggota Perbakin Unhas dalam menghadapi masalah yang dapat saja muncul dalam kepengurusan kelak. Demikian pula harapan Instruktur sekaligus mantan Ketua Perbakin Unhas Periode 1998-1999, Zulfiana Muin. Menurutnya internal pengurus harus lebih terbuka satu sama lain, untuk itu forum antar pengurus dan DPO sebaiknya lebih sering diadakan. “Intinya kepengurusan adalah evaluasi dari beberapa kepengurusan sebelumnya, apa yang kurang ditambahi dan apa yang salah diperbaiki. Sedang sebagai instruktur, saya hanya berharap pengurus lebih fokus mencetak prestasi, tunjukkan kalau dengan perlengkapan yang terbatas kita tetap mampu berprestasi,” tutupnya.




