Pusing atau Pegal?

No comment 712 views

Sering orang mengatakan bahwa menembak adalah olahraga yang menjemukan. Tetapi benarkah semua petembak merasakan hal yang sama. Mari kita telaah lebih lanjut!

Yang Memilih Jawaban "Pusing" 

sakit-kepala-sebelahPusing secara harfiah berarti rasa tidak nyaman yang diderita di daerah kepala atau bisa jadi ketidakjelasan yang 'membingungkan'. Sebenarnya saya lebih suka mengatakan overthinking atau bisa dibilang lebay. Biasanya diindikasikan apabila petembak hanya bisa mengeluh saja atau saat berdiskusi bukannya mencari solusi tapi malah mengungkapkan alasan-alasan yang mayoritas tidak masuk akal. Hei petembak, No Reason! Biasanya orang berpendapat bahwa orang jenuh atau pusing itu disebabkan karena kebanyakan latihan. Ini yang saya tidak setuju, mengapa? Karena saya adalah petembak termasuk dalam kategori ini dan saya tahu kekurangan saya adalah rutinitas latihan.

Coba kita berpikir logika, semakin banyak kesempatan mencoba semakin tinggi peluang menemukan solusi. Jenuh hanya akan keluar saat hasil menembak kita tidak bagus dan kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Seandainya tembakannya bagus atau malah wow, tidak akan mungkin seorang petembak mengeluh ataupun jenuh. Sekarang saya bertanya, apakah anda pernah menemukan petembak yang mengatakan "saya terlalu sering menembak angka 10, bosan ah".

Jadi kesimpulannya, kebanyakan petembak overthinking atau pusing adalah petembak yang result-minded atau score-minded. Pikirannya hanya tertuju ke hasil sehingga informasi-informasi kecil yang penting malah dilewatkan. Bahkan bisa dipastikan ia tidak menikmati atau have-fun saat menembak. Ada 2 solusi untuk penyakit ini:

1. Mengubah metode latihan
2. Mengubah pola berpikir anda

Latihan yang stagnan dan sama akan cenderung menimbulkan kebosanan dan bisa juga diikuti hasil yang tidak meningkat. Pada dasarnya jenuh itu adalah perasaan tidak nyaman yang dirasakan seseorang saat otak kita mengasosiasikan suatu kegiatan dengan pikiran negatif. Jadi carilah metode latihan yang paling anda sukai (tanpa mengurangi kualitas dari latihan) agar otak anda berbalik mengasosiasikan pikiran negatif menjadi positif. Menurut studi, otak manusia tidak bisa menjalan 2 perintah di waktu yang sama. Bukankah tidak mengejutkan jika otak anda sedang dalam kondisi terpengaruh pikiran negatif (jenuh) melakukan hal positif itu susah sekali? Tetapi itu bukan alasan untuk tidak latihan. Seorang petembak harus menang melawan dirinya. Akali diri anda untuk berpikir positif. Ada banyak artikel mengenai contoh positive versus negative thinking di google.

Saya ingin memberikan contoh artikel [klik di sini] mengatakan bahwa seorang bayi butuh konsentrasi penuh hanya untuk berjalan. Sedangkan orang dewasa dapat berjalan sambil mengobrol. Mengapa orang dewasa dapat melakukan demikian? Karena untuk mereka berjalan adalah sebuah kebiasaan. "Otak manusia pada dasarnya tidak didesain untuk melakukan multitasking. Kalau pun kita mengerjakan dua hal sekaligus, seperti makan sambil membaca pesan atau jalan sambil mengunyah permen, maka salah satunya dilakukan secara autopilot." (sumber)

Saya mendapat tautan dari seorang teman saya di facebook yang menurut saya relevan dengan masalah ini: [artikel]

Jadi Obat Overthinking adalah:
1. Letakan permasalahan di perspektif yang lebih luas
2. Berikan batas waktu untuk mengambil keputusan
3. Lakukan! Jangan menunda
4. Sadari anda tidak bisa mengendalikan segalanya
5. Katakan 'Stop' pada situasi anda tidak dapat berpikir jernih
6. Jangan jatuh pada ketakutan palsu (ketakutan yang mengada-ada)
7. Berolahraga/Cari Kegiatan
8. Pikirkan 'Sekarang"
9. Habiskan waktu dengan orang-orang yang tidak Overthinking

Dapat disimpulkan bahwa jadikanlah pikiran positif itu sebuah kebiasaan. Berpikir negatif itu manusiawi, tetapi anda harus lebih cerdas dari alam bawah sadar anda dan belajar mencegah terbiasa berpikir negatif. Salah satu caranya adalah mengubah pola atau metode latihan. Saya rasa tetap tidak ada penjelasan logis yang menjustifikasi bahwa obat jenuh adalah mengurangi latihan.

Yang Memilih Jawaban "Pegal"

Pegal adalah kelelahan otot yang disebabkan menumpuknya asam laktat. Biasanya seorang petembak yang 'pegal' diindikasikan seorang petembak itu tidak bisa menjelaskan situasi yang dialaminya. Contohnya seorang petembak ditanyai, apa yang anda rasakan saat menembak hari ini? atau mungkin apa kendala hari ini? Dia akan menjawab 'tidak tahu' atau jawaban ambigu lainya. Kondisi ini bukan disebabkan tidak pandainya seorang petembak, tetapi tidak fokusnya seorang petembak. Jadi bisa dibilang hanya ototnya yang menembak, alam pikirannya melanglang buana ke tempat lain. Petembak tipe ini cenderung dilatih dengan cara doktrin sehingga dia tidak terbiasa menganalisa situasi atau mengenali dirinya sendiri. Syaa tidak akan membahas cara kepelatihan disini. Tentunya setiap gaya kepelatihan memiliki keuntungan dan kekurangan masing-masing.

Kesamaan 'pusing' dan 'pegal' adalah sama-sama tidak menikmati proses menembak itu sendiri. 'Pegal' itu ibarat menonton film yang dia tidak dapat menceritakan kembali isi filmnya. Dia menonton secara fisik, tapi dia tidak disitu. Ada 2 pendekatan yang dapat digunakan untuk masalah ini:

1. Berasal dari diri atlet (internal)
2. Berasal dari pelatih atau pihak lain (eksternal)

Apabila atlet mau dan sanggup mengenali bahwa dia tidak fokus pada saat latihan, yang perlu seorang atlet lakukan adalah seringlah bertanya. Tidak hanya pada orang lain tapi pada diri sendiri. Misal, 'kenapa bidikan saya goyang-goyang?' atau 'kenapa tadi rasanya tidak nyaman ya?'. Teruslah bertanya, bangkitkan alam bawah sadar anda bahwa anda butuh pikiran anda untuk FOKUS di sini dan sekarang! Paling mudah adalah menemukan orang untuk sharing dan berdiskusi. Manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial, tentu potensi manusia akan optimal saat bersama orang lain. Sama halnya dengan inisiatif yang berasal dari pelatih. Ajaklah atlet anda berdiskusi. Pancing dia untuk bercerita sesuai dengan gayanya.

Untuk menutup penjelasan dari pertanyaan yang tidak mainstream ini saya ingin menceritakan sebuah cerita. Ada dua ekor macan hidup di kandang yang sama. Macan pertama adalah macan yang ganas yang menyerang apapun yang dilihatnya. Sedangkan seekor lagi adalah macan yang jinak. Seorang penjaga kebun binatang selalu memberi makan lebih banyak yang jinak daripada yang ganas. Dan makanan macan ganas cenderung dikurangi. Apakah tujuannya?

Apabila macan yang ganas lebih kuat atau sama kuat dengan yang jinak, maka yang jinak akan terluka oleh supremasi yang ganas. tapi dengan memberi makanan lebih banyak pada yang jinak dan mengurangi jatah yang ganas. Macan jinak dapat melawan atau mengalahkan macan yang ganas, sehingga tidak perlu ada kekejaman di dalam kandang itu. Macan ganas pun akan secara naluri tidak berani melawan yang jinak.

Sekarang bayangkan macan ganas adalah pikiran negatif dan yang jinak adalah pikiran positif. Atau bisa juga macan yang ganas adalah kebiasaan buruk kita dan jinak adalah yang baik. Moral dari cerita ini adalah, anda sebagai penjaga kandang macan dapat memilih macan mana yang mau dimenangkan. Yang ganas atau yang jinak?

source: talitha blogspot

No Response

Leave a reply "Pusing atau Pegal?"